Rabu, 11 Mei 2011

tugas kuliah Hormon Reproduksi Manusia (sekedar berbagi sedikit info)


Hormon Reproduksi Manusia

1.      Hormon Reproduksi pada Pria
a)      Testoteron
Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pada pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
b)      LH (Luteinizing Hormone)
LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron.
c)      FSH (Follicle Stimulating Hormone)
FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.
d)      Estrogen
Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini berfungsi untuk pematangan sperma.

2.      Hormon Reproduksi pada Wanita
a.       Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, serta menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.
Selain itu, hormon ini membuat puting payudara membesar, dan merangsang pertumbuhan kelenjar susu. Estrogen juga membantu memperkuat dinding rahim untuk mengatasi kontraksi pada saat persalinan. Namun, estrogen juga akan melunakkan jaringan-jaringan tubuh, sehingga jaringan ikat dan sendi-sendi tubuh menjadi lemah (tidak dapat menyangga tubuh dengan kuat untuk sementara waktu) yang mengakibatkan ibu hamil kadang-kadang mengalami sakit punggung.
b.      Progesteron
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesteron mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesteron terus dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.
Selain itu, hormon ini berfungsi membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta, mencegah kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim sehingga menghindari persalinan dini, dan membantu
menyiapkan paudarara untuk menyusui.
Di lain pihak, progesteron akan membuat pembuluh darah melebar. Akibatnya, tekanan darah jadi turun, dan ibu hamil akan merasa pusing. Selain itu, homon ini juga menyebabkan sistem pencernaan sedikit terganggu, seperti perut kembung atau sembelit, mempengaruhi perasaan atau suasana hati ibu hamil, serta
Meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan mual.
c.       GNRH ( Gonadotropin Releasing Hormone)
GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
d.      FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH
.   
e.      HCG
Human Chorionic Gonadotropin adalah hormon khas kehamilan, karena hanya ditemukan di dalam darah dan urin wanita hamil. Hormon ini dibentuk oleh lapisan jaringan bagian luar janin serta plasenta yang terbentuk pada awal pertumbuhan janin (trofoblas). Fungsinya, antara lain mempertahankan jaringan berwarna kuning dalam indung telur yang terbentuk ketika indung telur baru saja melepaskan sel telur (korpus luteum), yang membuat estrogen, progesteron dan plasenta terbentuk sepenuhnya.
f.        HPL
Human Placental Lactogen adalah hormon yang diproduksi plasenta dan merupakan hormon yang merangsang pertumbuhan.
g.      Prolaktin
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari ini bertanggung jawab terhadap peningkatan sel yang memproduksi ASI dalam payudara. Asal tahu saja, estrogen sebenarnya menghambat produksi ASI. Untungnya begitu bayi lahir, kadar hormon estrogen ini mendadak turun, sehingga prolaktin dapat merangsang produksi ASI.
h.      Oksitosin
Hormon ini terlibat dalam proses reproduksi pada pria dan wanita, serta . membantu merangsang kontraksi pada saat kehamilan dan persalinan. Selain itu, oksitosin berperan penting pada terjadinya efek pengaliran susu saat ibu menyusui bayinya. Selain itu, mengingat hormon ini juga merangsang terjadinya kontraksi rahim saat ibu menyusui, maka aktivitas ini bisa mempercepat terjadinya penyusutan rahim.
i.        Relaksin
Hormon ini muncul pada awal kehamilan, dan bertanggung jawab membantu mengatasi aktivitas rahim dan melembutkan leher rahim dalam rangka persiapan proses persalinan kelak.





Data Publikasi



tugas kuliah immunodefisiensi


IMMUNODEFISIENSI

1.      Pengertian Immunodefisiensi
Immunodefisiensi adalah sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi secara adekuat, sehingga infeksi lebih sering terjadi dan berulang, serta berlangsung lebih lama dari biasanya.

2.      Penyebab immunodefisiensi
Beberapa penyebab immunodefisiensi, diantaranya:
a.       Penyakit keturunan dan kelainan metabolisme
·        Diabetes
·        Sindrom Down
·        Gagal ginjal
·        Malnutrisi
·        Penyakit sel sabit
b.      Bahan kimia dan pengobatan yang menekan sistem kekebalan
·        Kemoterapi kanker
·        Kortikosteroid
·        Obat immunosupresan
·        Terapi penyinaran
c.       Infeksi
·        Cacar air
·        Infeksi sitomegalovirus
·        Campak Jerman (rubella kongenital)
·        Infeksi HIV (AIDS)
·        Mononukleosis infeksiosa
·        Campak
·        Infeksi bakteri dan jamur yang berat
·        Tuberkulosis yang berat
d.      Penyakit darah dan kanker
·        Agranulositosis
·        Semua jenis kanker
·        Anemia aplastik
·        Histiositosis
·        Leukemia
·        Limfoma
·        Mielofibrosis
·        Mieloma
e.       Pembedahan dan trauma
·        Luka bakar
·        Pengangkatan limpa
f.        Lain-lain
·        Sirosis karena alkohol
·        Hepatitis kronis
·        Penuaan yang normal
·        Sarkoidosis
·        Lupus eritematosus sistemik.

3.      GEJALA
·        Sebagian besar bayi yang sehat mengalami infeksi saluran pernafasan sebanyak 6 kali atau lebih dalam 1 tahun, terutama jika tertular oleh anak lain.
·        Sebaliknya, bayi dengan gangguan sistem kekebalan, biasanya menderita infeksi bakteri berat yang menetap, berulang atau menyebabkan komplikasi. Misalnya infeksi sinus, infeksi telinga menahun dan bronkitis kronis yang biasanya terjadi setelah demam dan sakit tenggorokan. Bronkitis bisa berkembang menjadi pneumonia
·        Kulit dan selaput lendir yang melapisi mulut, mata dan alat kelamin sangat peka terhadap infeksi.
·        Thrush (suatu infeksi jamur di mulut) disertai luka di mulut dan peradangan gusi, bisa merupakan pertanda awal dari adanya gangguan sistem kekebalan.
·        Peradangan mata (konjungtivitis), rambut rontok, eksim yang berat dan pelebaran kapiler di bawah kulit juga merupakan pertanda dari penyakit immunodefisiensi.
·        Infeksi pada saluran pencernaan bisa menyebabkan diare, pembentukan gas yang berlebihan dan penurunan berat badan.

4.      DIAGNOSA
Infeksi yang menetap atau berulang, dan infeksi berat oleh mikroorganisme yang biasanya tidak menyebabkan infeksi berat, bisa merupakan petunjuk adanya penyakit immunodefisiensi.
Petunjuk lainnya adalah:
·         Respon yang buruk terhadap pengobatan
·         Pemulihan yang tertunda atau pemulihan tidak sempurna
·         Adanya jenis kanker tertentu
·         Infeksi oportunistik (misalnya infeksi Pneumocystis carinii yang tersebar luas atau infeksi jamur berulang).
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui:
·         jumlah sel darah putih
·         kadar antibodi/immunoglobulin
·         jumlah limfosit T
·         kadar komplemen.

5.      PENGOBATAN
·         Jika ditemukan pertanda awal infeksi, segera diberikan antibiotik.
·         Kepada penderita sindroma Wiskott-Aldrich dan penderita yang tidak memiliki limpa diberikan antibiotik sebagai tindakan pencegahan sebelum terjadinya infeksi. Untuk mencegah pneumonia seringkali digunakan trimetoprim-sulfametoksazol.
·         Obat-obat untuk meningkatkan sistem kekebalan (contohnya levamisol, inosipleks dan hormon thymus) belum berhasil mengobati penderita yang sel darah putihnya sedikit atau fungsinya tidak optimal.
·         Peningkatan kadar antibodi dapat dilakukan dengan suntikan atau infus immun globulin, yang biasanya dilakukan setiap bulan.
·         Untuk mengobati penyakit granulomatosa kronis diberikan suntikan gamma interferon.
·         Prosedur yang masih bersifat eksperimental, yaitu pencangkokan sel-sel thymus dan sel-sel lemak hati janin, kadang membantu penderita anomali DiGeorge.
·         Pada penyakit immunodefisiensi gabungan yang berat yang disertai kekurangan adenosin deaminase, kadang dilakukan terapi sulih enzim.
·         Jika ditemukan kelainan genetik, maka terapi genetik memberikan hasil yang menjanjikan.
·         Pencangkokan sumsum tulan gkadang bisa mengatasi kelainan sistem kekebalan kongenital yang berat.
·         Prosedur ini biasanya hanya dilakukan pada penyakit yang paling berat, seperti penyakit immunodefisiensi gabungan yang berat.
·         Kepada penderita yang memiliki kelainan sel darah putih tidak dilakukan transfusi darah kecuali jika darah donor sebelumnya telah disinar, karena sel darah putih di dalam darah donor bisa menyerang darah penderita sehingga terjadi penyakit serius yang bisa berakibat fatal (penyakit graft-versus-host).

6.      PENCEGAHAN
Hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh penderita penyakit immunodefisiensi:
·         Mempertahankan gizi yang baik
·         Memelihara kebersihan badan
·         Menghindari makanan yang kurang matang
·         Menghindari kontak dengan orang yang menderita penyakit menular
·         Menghindari merokok dan obat-obat terlarang
·         Menjaga kebersihan gigi untuk mencegah infeksi di mulut
·         Vaksinasi diberikan kepada penderita yang mampu membentuk antibodi.
Kepada penderita yang mengalami kekurangan limfosit B atau limfosit T hanya diberikan vaksin virus dan bakteri yang telah dimatikan (misalnya vaksin polio, MMR dan BCG). Jika diketahui ada anggota keluarga yang membawa gen penyakit immunodefisiensi, sebaiknya melakukan konseling agar anaknya tidak menderita penyakit ini.
Beberapa penyakit immunodefisiensi yang bisa didiagnosis pada janin dengan melakukan pemeriksaaan pada contoh darah janin atau cairan ketuban:
·         Agammaglobulinemia
·         Sindroma Wiskott-Aldrich
·         Penyakit immunodefisiensi gabungan yang berat
·         Penyakit granulomatosa kronis.




sekedar cerita aja............

lho tawu ga hr ini gw aneh banget,,, ga tepatnya minggu ini dan puncaknya adalah hari ini,,, heheheh
kayaknya karma berlaku buat gw,,,tapiii lucu sih # ampe ketawa sendiri (ngeek g jelas).

ceritanya gini,,  temen sekelas gw suka ama kakak tingkat di kampus, dia ga nanggung-nanggung kalo suka ama orang alias total banget dalam menyukai tu cowok, ampe dia hafal baju apa yang dipake, tulisannya, dimana tongkrongannya, sama siapa aja dia deket, dan gw rasa hampir semuanya dia tw tentang tu cowok,,, wah parah banget khan????

setiap hari temen gw itu selalu ngomongin tentang tu cowok, tentang kehebatannya, kegiatannya sehari-hari, sesibuk apa dia, dan dan dan semuanya lah ampe kerasa mau pecah ni telinga gw #ah ga sih, lebayy :))
gw dan yang lain suka ngeledekin temen gw itu loh gara2 dia kelewat over suka ama tu cowok,,, lagian gw juga kurang suka ama tu cow karena style nya kurang gw banget....

dan parahnya.....
belakangan ini dia ganti style gitu,, jadi lebih kece aja keliatannya,,,,
nah 2 hari yang lewat gw lagi ga ada kelas, tapi gw ngampus buat OL doang,, hahaha maklum mahasiswa suka yang gratisan,, g sih kayaknya cuma gw doang yang suka gratisan #hehe jadi malu
di kampus gw ketemu cowok kecengan temen gw itu dan dia pas banget lagi make baju putih,,, dia kagak tw apa kalo gw kagak bisa ngeliat cowok make baju putih,, ampiun dahh... #hah gw parah...

tapi gw yakin kalo gw suka ngeliat dia kemaren bukan karena gw suka dalam hal cinta-cintaan kayak temen gw itu,,, gw yakin banget 100% malahan,, atau 200%, atau puluhan ribu persen #lah kok gw yang jadi lebay yak???

nah hari ini lebih parah lagi,, gw abis jalan panas-panasan, trus langsung masuk ke lobi kampus, jd khan kayak gelap gitu,, gw g bisa ngeliat apa-apa,,, dan ternyata tepat depan gw ada yang lagi berdiri, maybe dia kira gw lagi ngeliat dia, padahal gw g bisa liat apa-apa.... #pasti keGEERan tu orang
lho tw g siapa orangnya????
dia cowok kecengan temen gw itu loh,,, lagi-lagi dia make baju putih,,, #pas banget khan????
waktu mata gw udah mulai bisa liat gw kaget ngeliat dia berdiri sambil natap gw,, dengan nada gagap gw refleks manggil nama dia,,, #ngek malu banget

sumpah hari ini gw malu-maluin banget,, mana dia lagi ama temen-temennya,, khan rame banget...
malu malu malu.... mending kabur dah,, daaaaaaaaaa!!!!!!!!!
kira-kira itu namanya suka atau apa sih????
jangan bilang gw ikut-ikutan kena virus suka ama tu cowok kayak temen gw itu lagi,,, kagak dah... ogahhhh....